Lama ga nge-blog nih, abis riweuh ama si kecil yang sekarang udah masuk 6 bulan.
Yeeeiiiiy...waktunya MpAsi nih.
Ternyata ya Bunda, sebagai Ibu baru nih aku ngrasa bingung dan deg-degan banget waktu baby A umur 5 bulan, terutama dalam hal MpAsi. Bunda udah pada tau kan ya apa itu MpAsi? Yup bener banget, Makanan Pendamping Asi.
Nah Bun, dari sekian banyak masukan terutama dari para tetangga, dan saudara juga Ortu dan mertua, aku coba googling sana sini. Dan alhasil, aku semakin bingung bun. ada yang bilang Puree dulu, bubur susu dulu, bubur merah dulu dll. Jadwal makannya harus gini, gitu bla bla bla... Yup, semakin bingunglah aku.
Ada juga yang menyarankan pakai GASOL, biar cepet dan efektif, dan ada juga yg bilang, meskipun gasol organik, tetep ajah kita ga tau cara pembuatannya higienis apa nggak. Sebenarnya beras merah yang diolah menjadi tepung itu kurang bagus, karna banyak vitamin yang ada dalam beras merah itu akan terurai dan otomatis berkurang, dan menjadikan tepung beras merah itu berkurang vitamin dan khasiat lainnya. Nah Loh?!! makin bingung kaannn???.
Dan akhirnya setelah menimbang dan menimbun, aku memutuskan jeng jeng jeng (backsound critanya..hehehe) , malem sebelum Baby A - 6 bulan, pergilah aku dan Ayah Baby A ke supermarket terdekat.pilih sana sini, dan memutuskan menggunakan Beras Merah Organik dengan merk H***L.
Meskipun agak rempong ya masaknya, tapi namanya Ibu, pasti mau yang terbaik untuk Buah
Hatinya.
yak, keesokan harinya tepat tgl 22 oktober, bangun tidur dengan pedenya aku mencoba merendam beras merah selama 2 jam, setelah itu aku masak bersama air dengan api sedang sambil diaduk-aduk. Setelah 1,5 jam sudah aku memasak bubur beras merah dan ternyata tak seperti yang kubayangkan, Hasilnya masih kasar. belum lagi halus, ehh elpiji di rumah habis. dan WOW nya, semua tukang elpiji yg ku telpon, stok-nya kosong. ditambah dengan Baby A yang terus menangis, makin setresslah aku.
Beruntung, di tempatku tinggal, beberapa ibu-ibu muda yang umur anaknya beda satu tahun dengan Baby A. denger suara tangis A yang keras, mereka berbondong-bondong dateng kerumah dan membantu aku untuk membuatMpAsi pertamaku. maklumlah Ibu baruu. hihihi.dan terselamatkanlah aku dari kepanikanku.
satu masalah kelar nih, akhirnya akupun melanjutkan aksi masakku, bubur yang bertekstur kasar itu aku saring dan aku beri asi. as U k now ya. semua itu aku ga prepare. saringan harus dicuci dulu, asi mompa dulu sebelum dicampur...aaarrrgh, Ibu macam apa ini, pikirku dalam hati sihh..hehe.
setelah semuannya selesai, aku deg degan lagi, knapakah itu??
Aku deg-degan waktu mau menyuapi Baby A, dengan ditemani dan disemangati ibu-ibu muda Mbak Ayu, Karni dan juga Irma, aku membaca Bismillah dan mulai menyuapi sedikit demi sedikit. Alhamdulillaaaaah, Baby A bukannya menolak, malah lahap makannya. rasanya seneeeeeng banget melihat lahapnya dia makan, rasa capek dan panikku pun hilang.
Hari kedua, aku terselamatkan, karna aku mempunyai alat Sterilisasi yang memiliki 10 ungsi, antara lain bisa juga buat memasak bubur dan membuat sayur. lengkap deh. senangnya. dan itu hadiah dari Onti endang, kiki, pisa, vha, yessi. Alhamdulillah, sangat bermanfaat. Selama empat hari berturu-turut aku hanya memberikan Bubur Beras Merah Saring dengan jadwal satu kali sehari , Jam 10.00 wib.
Aku bersyukur banget banyak yang membantu dan banyak yang memberikan support untuk aku.
semoga MpAsi selanjutnya berjalan dengan lancar dan BabyA semakin lahap.
Next MpAsi, bakal dicampur sama sayuran apa ya...lets see tomorrow ya Bunda.
Wassalamualaikum,



